MAJALENGKA – DPRD Kabupaten Majalengka menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis yang jauh lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan gizi anak. Jika dikelola secara optimal, program nasional ini diyakini mampu menjadi pengungkit ekonomi lokal di daerah.
Anggota DPRD Majalengka, Muh Fajar Shidik, menyampaikan bahwa MBG harus dirancang dengan pendekatan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pelibatan pelaku usaha lokal menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.
MBG Tidak Hanya Soal Gizi Anak
Fajar menjelaskan bahwa tujuan utama MBG memang meningkatkan kualitas gizi anak. Namun, pemerintah daerah perlu melihat peluang lanjutan dari program tersebut, terutama dalam mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
“Program ini bisa memberi dampak besar jika bahan pangan yang digunakan berasal dari petani, peternak, dan pelaku UMKM di Majalengka,” kata Fajar.
Dengan pola tersebut, program MBG tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga membuka pasar yang stabil bagi produsen pangan lokal.
Pelibatan UMKM dan Petani Lokal Jadi Prioritas
DPRD Majalengka mendorong agar pemerintah daerah mengutamakan produk lokal dalam pelaksanaan MBG. Keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan diyakini dapat menciptakan efek ekonomi berkelanjutan, mulai dari peningkatan produksi hingga penyerapan tenaga kerja.
Langkah ini sekaligus memperkuat rantai pasok pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah.
Kualitas Menu dan Ketepatan Sasaran Harus Terjaga
Selain aspek ekonomi, DPRD Majalengka juga menekankan pentingnya standar kualitas makanan. Menu MBG harus memenuhi unsur gizi seimbang agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak penerima.
Fajar juga mengingatkan agar pelaksanaan program tepat sasaran, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan gizi secara konsisten.
Pengawasan dan Transparansi Anggaran
Agar program berjalan efektif, DPRD Majalengka menilai pengawasan menjadi hal mutlak. Transparansi pengelolaan anggaran dan keterlibatan masyarakat diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik serta mencegah penyimpangan.
“Dengan pengawasan yang kuat, program ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang,” tegas Fajar.
MBG Berpotensi Jadi Program Unggulan Daerah
DPRD Majalengka berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berkembang menjadi program unggulan daerah yang berdampak ganda, yakni meningkatkan kesehatan anak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Jika dikelola secara terintegrasi, MBG berpeluang besar mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Majalengka secara berkelanjutan.


Comment