Bencana
Home » Berita » Majalengka Diguyur Hujan Deras, 14 Bencana Terjadi dalam Hitungan Jam

Majalengka Diguyur Hujan Deras, 14 Bencana Terjadi dalam Hitungan Jam

MAJALENGKA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Majalengka memicu serangkaian bencana alam di berbagai kecamatan. Dalam rentang waktu beberapa jam sejak sore hingga malam, laporan mencatat 14 kejadian bencana, mulai dari tanah longsor hingga banjir yang merendam rumah warga.

Cuaca ekstrem yang terjadi tanpa jeda meningkatkan risiko di wilayah rawan longsor serta daerah yang berada di sekitar aliran sungai.

Longsor dan Banjir Terjadi Bersamaan

Berdasarkan data BPBD Majalengka, hujan dengan intensitas tinggi memicu beberapa jenis bencana, di antaranya:

✔ Tanah longsor
✔ Banjir
✔ Dampak cuaca ekstrem

Meski sejumlah titik mengalami kerusakan dan gangguan aktivitas, hingga laporan terakhir tidak ada korban jiwa.

Opsen PKB dan BBNKB 2025 Capai Rp83,6 Miliar, Pendapatan Daerah Majalengka Melonjak

Wilayah Selatan Kembali Rawan

Beberapa kecamatan terdampak meliputi:

Wilayah selatan Majalengka kembali menjadi perhatian karena kontur tanahnya rentan terhadap pergerakan saat hujan deras.

Akses Jalan Sempat Terganggu

Material longsor sempat menutup jalur penghubung Maja–Talaga, menghambat arus kendaraan. Tim gabungan bergerak cepat membersihkan timbunan tanah dan batu, sehingga akses jalan kembali normal dalam waktu relatif singkat.

Langkah ini mencegah gangguan mobilitas warga yang melintas di jalur vital tersebut.

Dapur MBG dan Koperasi Desa di Majalengka Disorot: Isu Perizinan dan Transparansi Menguat

Banjir Rendam Permukiman Warga

Di Kecamatan Panyingkiran, banjir merendam puluhan rumah di Desa Bonang dan Leuwiseeng. Genangan air juga memasuki fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Sementara itu, luapan Sungai Cimanuk memicu banjir lokal di wilayah Kadipaten, mengakibatkan rumah warga terdampak.

Air mulai surut, namun pendataan kerugian masih berlangsung.

Pemantauan dan Mitigasi Ditingkatkan

BPBD Majalengka bersama instansi terkait memperketat pemantauan di titik rawan longsor dan banjir. Petugas juga mengawasi tinggi muka air untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan respons cepat jika kondisi cuaca kembali memburuk.

Imbauan untuk Tetap Siaga

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai.

Warga disarankan untuk:

✅ Memantau informasi cuaca resmi
✅ Menghindari area rawan saat hujan deras
✅ Segera melapor jika muncul tanda-tanda longsor atau banjir

Penutup

Hujan deras di Majalengka menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Respons cepat petugas membantu menekan dampak, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama keselamatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *