MAJALENGKA – Peringatan Hari Jadi ke-186 Majalengka menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Majalengka untuk menegaskan identitas sejarah sekaligus menunjukkan akselerasi pembangunan. Di usia yang semakin matang, Majalengka tampil dengan optimisme baru, didukung capaian ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan yang kian solid.
Hari Jadi Resmi, Identitas Daerah Kian Kokoh
Pemerintah daerah menetapkan 11 Februari sebagai Hari Lahir Majalengka melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025. Penetapan ini lahir dari kajian akademik mendalam yang menelusuri sumber sejarah secara komprehensif.
Keputusan tersebut memperkuat legitimasi historis, menyatukan perspektif, serta menjadi fondasi moral dalam merancang arah pembangunan jangka panjang.
Ekonomi Tumbuh Cepat, Sinyal Positif bagi Daerah
Majalengka mencatat pertumbuhan ekonomi 9,01% pada triwulan II 2025, salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Tren ini mencerminkan meningkatnya aktivitas usaha, konsumsi masyarakat, serta investasi yang terus mengalir.
Kemudahan layanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) mendorong realisasi investasi hingga lebih dari Rp3,4 triliun, memperkuat sektor riil dan membuka peluang ekonomi baru.
Investasi Berkembang, Kesempatan Kerja Meluas
Lonjakan investasi berdampak langsung pada pasar tenaga kerja. Program MATA HATI berhasil menghadirkan lebih dari 15 ribu peluang kerja, termasuk kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Infrastruktur Mantap, Mobilitas Semakin Lancar
Perbaikan infrastruktur terus menunjukkan progres signifikan. Sekitar 88% jalan kabupaten kini dalam kondisi mantap, mendukung konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi barang serta jasa.
Di sektor pendidikan, rehabilitasi ruang kelas meningkatkan kenyamanan belajar. Program Rutilahu juga terus digencarkan guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Kinerja Sosial dan Stabilitas Daerah
Majalengka mencatat tren positif pada indikator sosial. Tingkat kemiskinan menurun, sementara inflasi tetap terkendali.
Gerakan sosial GEMA INSAN menghimpun dana infaq dan sedekah hingga lebih dari Rp2 miliar, yang kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Program ini memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu kelompok rentan.
Prestasi Tata Kelola Pemerintahan
Majalengka kembali menegaskan kualitas tata kelola pemerintahan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 12 kali berturut-turut. Selain itu, IPM mencapai 72,37 poin, dan Indeks SPBE meraih predikat sangat baik.
Capaian ini mencerminkan konsistensi reformasi birokrasi, transparansi keuangan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Prioritas Pembangunan 2026
Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah memfokuskan agenda strategis pada:
-
Penanggulangan kemiskinan
-
Percepatan penurunan stunting
-
Penguatan kualitas pendidikan
-
Digitalisasi layanan publik
-
Pemberdayaan ekonomi berbasis desa
Strategi ini diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing Majalengka.
Semangat Kolaborasi Menuju Majalengka Langkung SAE
Tema Hari Jadi ke-186, “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi, dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE”, menggambarkan optimisme kolektif seluruh elemen daerah.
Majalengka menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi energi untuk melahirkan inovasi, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Comment