DPRD Majalengka
Home » Berita » Audiensi DPRD Majalengka Ricuh, Dinkes Tak Hadir dan LSM AKBAR Layangkan Protes Keras

Audiensi DPRD Majalengka Ricuh, Dinkes Tak Hadir dan LSM AKBAR Layangkan Protes Keras

Majalengka – Agenda audiensi antara Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka dan LSM AKBAR Indonesia berakhir tidak sesuai harapan. Ketidakhadiran Dinas Kesehatan (Dinkes) menjadi pemicu utama kekecewaan dalam pertemuan tersebut.

Audiensi yang digelar pada Senin (6/4/2026) itu awalnya ditujukan sebagai forum diskusi terbuka untuk membahas persoalan kesehatan yang tengah menjadi perhatian publik. Namun, absennya pihak Dinkes membuat jalannya forum kehilangan arah.

Dinkes Absen, Forum Kehilangan Substansi

Sejak awal, pertemuan ini telah dijadwalkan secara resmi dan undangan sudah disebarkan kepada pihak terkait. Akan tetapi, hingga audiensi dimulai, tidak ada satu pun perwakilan Dinkes yang hadir.

Kondisi ini membuat diskusi tidak berjalan maksimal. Tanpa kehadiran instansi terkait, berbagai pertanyaan dan kritik dari LSM tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

LSM AKBAR Ungkap Kekecewaan Terbuka

Perwakilan LSM AKBAR menyampaikan kekecewaan secara langsung dalam forum. Mereka menilai ketidakhadiran Dinkes sebagai bentuk kurangnya komitmen terhadap transparansi dan pelayanan publik.

Opsen PKB dan BBNKB 2025 Capai Rp83,6 Miliar, Pendapatan Daerah Majalengka Melonjak

Sebagai bentuk protes, sebagian peserta memilih meninggalkan ruangan audiensi. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan yang dibahas tidak bisa dianggap sepele.

Masalah Limbah dan Program Gizi Jadi Sorotan

Dalam agenda tersebut, LSM AKBAR sebenarnya ingin menyoroti sejumlah isu penting, di antaranya:

  • Sistem pengelolaan limbah medis di fasilitas kesehatan
  • Fungsi dan pengawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
  • Dampak lingkungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Potensi pencemaran dari aktivitas dapur SPPG

Isu-isu tersebut dinilai sangat krusial karena berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan di Majalengka.

Penjelasan Dinkes Picu Tanda Tanya

Kepala Dinas Kesehatan, Agus Suratman, memberikan klarifikasi bahwa dirinya baru mengetahui adanya undangan audiensi pada hari pelaksanaan. Ia juga menyebut kebijakan Work From Home (WFH) sebagai salah satu kendala.

Meski demikian, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Banyak pihak menilai alasan tersebut tidak sejalan dengan fakta bahwa undangan telah dikirim sebelumnya.

Dapur MBG dan Koperasi Desa di Majalengka Disorot: Isu Perizinan dan Transparansi Menguat

Rencana Aksi Jadi Langkah Selanjutnya

LSM AKBAR menegaskan tidak akan berhenti pada kekecewaan semata. Mereka berencana mengambil langkah lanjutan untuk memastikan isu ini tetap mendapat perhatian.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah aksi demonstrasi di kantor Dinkes Kabupaten Majalengka. Tujuannya untuk mendorong keterbukaan dan tanggung jawab dari instansi terkait.

Evaluasi Serius untuk Kinerja Pemerintah Daerah

Peristiwa ini menjadi cerminan penting bagi pemerintah daerah, khususnya dalam hal koordinasi antar lembaga. Audiensi yang seharusnya menjadi sarana solusi justru berubah menjadi polemik.

Jika kondisi seperti ini terus terjadi, kepercayaan masyarakat bisa menurun. Oleh karena itu, peningkatan komunikasi, kedisiplinan, dan profesionalisme menjadi hal yang wajib diperbaiki.

Silaturahmi DPRD Jadi Kunci Penguatan Sinergi dan Aspirasi Masyarakat Daerah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *